Sunday, February 10, 2008

Mitos Soal 'Dulu'












Kenapa kita terpaku oleh waktu?
Mencoba mengabadikannya dengan beragam cara.
Padahal satu-satunya cara membekukan waktu
barangkali hanya dengan membiarkannya berlalu,
karena sebagian darinya akan abadi di ingatan kita..


Setiap saat dia akan terus berlalu,
Dan apapun yang kita lakukan tak akan membuat
kita kembali ke waktu yang sama.
Apapun yang kita lakukan tak akan bisa,
membuat kita membekukan waktu.


Kenapa kita tak mencoba lebih bersahabat dengannya?
Berlalu saat dia berlalu bersama kita,
Membiarkannya menciptakan kenangan bersama kita,
Menggandengnya sambil menapak maju?
Sekarang!
Kenapa?

Kenapa kita kerap takut berlari bersamanya?
Dan akhirnya terjebak untuk tersendat di masa lalu?
Kenapa?

Dan kenapa, kita tak juga menyerah pada fakta,
soal betapa menjengkelkannya terkurung di masa lalu?
Mendengarkan orang bicara dengan embel-embel kata 'dulu',
'Dulu' kita begini, 'dulu' kita begitu..

Kealpaan yang teramat sangat justru terjadi saat ini,
karena jarang ada yang berani bergandengan dengan sang waktu,
mengurusi yang sekarang sambil menapak ke depan.

Barangkali karena 'dulu' adalah kata yang aman,
'Dulu' adalah perayaan kejayaan masa silam,
'Dulu' tak mau hilang dari ingatan,

Tapi ini hanya berlaku buat 'dulu' yang menyenangkan,
'Dulu' ketika kita masih lucu,
'Dulu' ketika kita masih remaja,
dan sekarang kita mau berpura-pura,
mencari sosok kita yang 'dulu',
berharap sosok itu bisa hadir lagi dari masa silam.

Lalu kita diberi hak komentar,
'Dulu' dia enggak begitu!
'Dulu' dia enggak begini!
'Dulu' elo enggak begitu!
'Dulu' elo enggak begini!

Jadi, tolong pikirkan teka-teki waktu,
Kenapa ia melahirkan kata 'dulu'?
Kenapa ia mendorong kita bergerak maju?
Kenapa ia memberi ruang agar kita
tak terpaku di titik yang sama?

Kenapa ia membuka kesempatan bagi kita
hanya benar-benar mengenali sedikit sosok,
yang bisa terus bergerak bersama kita
sampai hari tua?


Jangan-jangan ini jawabannya:
Supaya kita bisa menghargai yang 'sekarang',
dan tidak terpenjara oleh yang dulu-dulu.


Karena sebelum kita sadar,
yang sekarang pun akan segera
menjadi bagian
dari sebuah masa lalu.


Perlukah kita jadi 'banci reuni',
pemuja jaman 'dulu' sampai mati?
Saya pilih tidak.



No comments: