Sunday, June 17, 2007

Soal Standar



Saya punya hubungan 'love-hate' dengan salah satu gerai kopi internasional di mal terdekat. Karena gerai kopi favorit saya, Tornado, berlokasi di kawasan Kemang Utara, banyak juga yang keberatan untuk diajak meeting di tempat itu, terutama mereka yang berkantor di bilangan Jakarta Pusat. Jadi, atas nama keadilan, sayapun kompromi untuk bertemu di gerbang selatan. Dan ujung-ujungnya terpaksa akan mampir di gerai kopi itu. Karena setiap meeting buat saya harus jadi caffein session. Kalau enggak, bahaya banget, bisa-bisa malah tidur.

Kompromi soal lokasi sebetulnya sudah jadi satu paket dengan soal rasa kopi di tempat-tempat non-Tornado. Dan mampusnya, di luar Tornado belum ada barista selevelan Supri cs. Jadilah saya harus berdialog dengan barista yang rupanya punya pendekatan akademis non-kompromistis yang kerap memancing emosi jiwa, dan itu yang menciptakan hubungan 'love-hate' itu tadi! Berikut cuplikan dialog dengan beliau,

Barista: Siang/Pagi! Bisa dibantu?
Saya : Mau pesan Americano, kecil.
Barista: Americano ya, grand apa tall?
Saya: KECIL, thanks.
Barista: (sopan, kekeuh) Ok, Americano, TALL..
Saya: Panas ya mas..
Barista: (masih sopan, sama kekeuhnya) Ok, HOT tall Americano...
Saya: Oh, maaf, saya mau bawa. Enggak minum di sini.
Barista: (konsisten) Ok, hot tall Americano, TAKE AWAY yaa..
Saya: (enggak kuat) Maaf, emang enggak bisa ya kalau saya bilangnya Americano panas, ukuran kecil, dan mau dibawa?
Barista itu menatap saya kayak melihat alien, barangkali kasihan karena ada orang enggak bisa bahasa Inggris tapi nekat beli kopi di situ!
Barista: Emang ini STANDAR, sorry...

Tambahan bencana datang waktu saya memecahkan plunger di rumah teman saya. Dan plunger sialan itu dibelinya kok ya di gerai kopi internasional itu! Sebagai warganegara yang bertanggung-jawab tentunya saya wajib mengganti, dan muncullah saya di gerai kopi internasional tempat kerja si barista berjiwa guru Bahasa Inggris itu. Saya berdiri di depan lemari pajang tempat beragam mugs, dan alat pembuat kopi. Sejumlah plunger beragam ukuran berjajar di salah satu rak. Dari yang paling besar sampai yang terkecil untuk satu cangkir, saya menebak-nebak ukuran yang sama dengan yang saya pecahkan beberapa waktu lalu. Dan barista itu menghampiri saya, sopan seperti biasa,

Barista: Ada yang bisa dibantu?
Saya: Saya mau lihat plunger. Yang nomor dua dari kiri itu ukurannya istilahnya apa ya Mas?
Barista: Oh yang sedang?
Saya: Maksudnya?
Barista: Ya tinggal bilang besar, kecil, sedang aja..
Saya: Hahhh??Enggak bisa gitu dong? Kenapa enggak ada STANDAR??

Barista itu sekarang menatap saya seperti melihat perempuan gila. Saya dengan muka lempeng keluar dari tempat itu dan mencegat taksi ke mal lain di mana ada gerai kopi internasional itu juga, dan membeli plunger pengganti buat kawan saya...


7 comments:

rangga said...

All hail the great priestress of the church of bitchiness... hahahaha...

What I would give to be in that moment, Prim!

Apa kita ngupi2 di situ aja sekalian?

*kabur*

Anonymous said...

hail to da bitch!

tiw said...

Hehehe.. iya banget tuh . AKu pernah juga pesen makanan di franchise2 jangfut itu, aku bilang: "Burgernya yg ga pake keju, gak pake selada ya.."
Dia jawab: "ok, no cheese and no lettuce ya.."
Hehehe.. inggeris indonesah membingungkeun..
Oh ya, saya suka banget tulisan2 mbak prima sejak saya SMA, yg tulisan2 di cosmo girl itu loh, trus buku 1095 hari yg ajaib saya hadiahin ke temen saya dan dia seneng banget. Keep writing ya mbak.. ^_^

alaya said...

tornado itu recommended ya?
baru tau padahal tiap hari lewat. kapan2 cobain deh ;)

eliza said...

jadi wondering, kalo barista belagu2 gitu yang maunya apa2 di inggrisin, kenapa ngga sekalian percakapannya pake bahasa inggris aja? dari mulai nyapa nyapanya, bayarnya, segala macem. kalo begitu kan ntar ketauan apa sebenernya dia bisa berbahasa inggris lancar.

blognya keren, mbak. you really do have the wittiness ya.. =)

Prima Rusdi said...

Eliza, terima kasih komentarnya! karena gatek saya enggak tahu cara bales komentar Anda ke alamat Anda, jadi sutralah. Kali-kali Anda mampir ke blog ini lagi dan baca balasan dari saya, di sini juga (maap banget lho..he3). Salam, Prima

Triadi said...

yup .. karna cuma ingin keliatan nampak keren aj orang" asal campur aduk Indonesia inggris , kenapa aj ga sekalian cuap" nya pake inggris , kok aneh mereka kaya malu pake bahasa ibu(Bahasa Indonesia) yang sudah Menjiwa semenjak bernafas didunia