Monday, April 30, 2007

(Sayangnya) Tanpa Sumber







Saya bukan penggemar kutipan. Tapi ada juga beberapa yang melekat di kepala, barangkali karena memang relevan atau bisa saya 'beli' esensi/substansinya. Bisa jadi juga karena si pembuat kalimat yang akhirnya saya kutip itu tak asal ngomong, tapi menyarikan kalimat itu dari pengalaman hidup. Beberapa hari lalu saya bertemu dengan kalimat, "...kehidupan dijalani dalam kekinian, namun dipahami dalam ingatan." Tertulis di dalam sebuah artikel, namun si penulis sendiri tak ingat siapa sumbernya.

Lalu ada beberapa lainnya yang saya ingat juga seperti, "...if you lived creatively, you'd be able to design your life instead of just surviving it." Ini ucapan salah seorang Creative Director ternama, dan kok ya pas dengan kondisi saya yang waktu itu sedang bingung antara terus bekerja di sebuah advertising agency atau cabut untuk menjadi penulis skenario.

Dan tentunya ada sejumlah kutipan yang saya ingat sumbernya juga, seperti Rainier Maria Rilke yang bilang, "Ask the question now!" Yang terakhir ini menurut saya jadi 'wajib' hukumnya terutama bila kita ada di dunia kreatif. So, what's your today's question?

2 comments:

be angel said...

kalo dulu mbak prims belum pernah memenangkan pariwara, akankah mbak prims pindah ke penulis skenario?
atau tetap di iklan, sampai dapat pariwara?

Anonymous said...

mel, dulu gue kerja di agency karena pengen belajar penulisan kreatif dari para jawara yang paham media. sejujurnya, menang pariwara seru-seru aja. gue ga munafik. tapi gue dari dulu udah pengen nulis. sekarangpun setelah ngembaliin Citra gue tetap nulis skenario. menang ini dan itu menurut gue adalah bonus. iyalah? kriterianya aja bukan kita yang bikin kan? menang terus-terusan (atau most of the time) itu yang susah, soalnya kriterianya harus kita bikin sendiri, berhubung yang kita lawan kan diri sendiri bukan? jadinya emang penting ngerjain apa yang kita suka, bukan yang orang suruh. kalo udah ketemu apa yang kita suka, itu udah kemenangan awal. salam! prima